oleh

Pinrang Kedatangan Imigran Asal Malaysia Langsung Isolasi Mandi

Insannews.id Pinrang – Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui tim Gugus Percepatan penanganan Covid-19 menkarantina 31 orang Migran yang dideportasi dari Negeri Jiran Malaysia di Gedung Isolasi Isolasi Mandiri Covid- 19 Kabupaten Pinrang , setelah sebelumnya di jemput di pelabuhan nusantara Parepare, Jumat (5/6/2020).

“Ada 31 orang Migran asal Kabupaten Pinrang yang dideportasi, 4 diantaranya perempuan, 2 anak-anak. Sesuai protap akan diisolasi selama 14 hari, tergantung kondisi jika tidak ada gejala mereka bisa saja kurang dari itu,” kata Dandim 1404 Pinrang Letkol Arm. Lukman Sasono yang juga Wakil Ketua Tim Gugus Percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Pinrang, saat menerima rombongan Migran tersebut bersama Sekda Pinrang A. Budaya Hamid dan Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Pinrang drg Dyah Puspita Dewi,M.Kes..

Lukman Sasono menambahkan jika pihaknya akan melakukan pemantauaan terhadap kondisi kesehatan TKI tersebut. Sedangkan untuk keamanan, gedung yang menjadi tempat isolasi akan dijaga oleh personel gabungan dari TNI-Polri dan Satpol PP. “Semua kebutuhan TKI sudah disiapkan oleh petugas. Keluarga boleh menjenguk, dengan memperhatikan protokol kesehatan utamanya memakai masker dan Menjaga jarak,”ujar Lukman Sasono.

Sementara Sekda A. Budaya mengatakan jika pemerintah kabupaten Pinrang menerima dengan tangan terbuka para warga yang dideportasi dari malaysia tersebut. Kata Budaya Isolasi atau karantina yang dilakukan ini adalah protap yang harus dilakukan untuk mencegah penyebaran Corona di kabupaten Pinrang, ” Bukan menganggap yang diisolasi ini sebagai orang yang memiliki penyakit tetapi sesuai prosedur harus melakukan karantina dulu sebelum kembali ke kampung halaman dan keluarga masing-masing” ujar Budaya.

Pada kesempatan yang sana Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Pinrang Dyah Puspita Dewi mengatakan jika selama masa karantina para Migran tersebut akan mendapat pelayanan kesehatan dari para petugas medis yang siap siaga selama 24 jam dan berbagai fasilitas yang dimiliki gedung isolasi mandiri milik pemkab Pinrang tersebut. Dewi melanjutkan selama masa karantina para mereka juga akan melakukan kegiatan rutin seperti senam ringan dan berjemur sebagai langkah antisipasi sekaligus menambah kebugaran dan kesehatan para Migran tersebut,” Kami mempersilahkan menikmati fasilitas yang ada baik layanan medis dari tim kami dan beberapa kegiatan yang akan dilakukan selama masa karantina tersebut,” ujar Dewi.

Selanjutnya kata Dyah Puspita Dewi beberapa hari mendatang 31 deportan ini akan kembali dilakukan rapid test walau sebelumnya di pelabuhan nusantara parepare mereka telah telah diuji dan semuanya non reaktif,” beberapa hari kedepan kami akan kembali melakukan rapid test, jika tidak ada yang reaktif maka akan dipertimbangkan masa karantina mereka akan diakhiri,” jelas Dewi. (*)

News Feed