oleh

Begini Prediksi Wabah Covid-19 di Indonesia

Insannews.co.id – Singapore University of Technology and Design (SUTD) merevisi prediksinya terkait berakhirnya wabah virus corona Covid-19 di banyak negara. Studi itu memperkirakan jadwal pandemi Covid-19 berakhir di Indonesia pada September 2020, mundur satu bulan dari prediksi sebelumnya.

SUTD akhir bulan lalu merilis prediksi data kapan Pandemi COVID-19 di sejumlah negara akan berakhir. Khusus di Indonesia, pandemi ini diperkirakan selesai 99 persen pada akhir Juni mendatang. Namun dua hari lalu SUTD merevisi prediksinya dengan dukungan data-data terbaru. Menurut SUTD pandemi corona di Indonesia akan berakhir pada September 2020.

Prediksi SUTD dirilis melalui situs SUTD Data-Driven Innovation dan menunjukkan grafik-grafik dari tiap negara dan prediksi berakhirnya pandemi Corona di negara tersebut. Data yang dipakai berasal dari Our World in Data milik peneliti Universitas Oxford.

Grafik Indonesia menunjukkan pandemi Virus Corona jenis baru akan selesai 97 persen pada 13 Juni 2020, lalu berakhir 99 persen pada 1 Juli 2020 dan secara teori berakhir keseluruhan pada 23 September 2020.

Di Singapura, pandemi diprediksi selesai 100 persen pada 12 Juni 2020. Pada negara-negara ASEAN lain, Malaysia diprediksi melewati pandemi corona lebih awal yaitu pertengahan Juli.

Di Amerika Serikat pandemi covid-19 diprediksi berakhir pada 1 Oktober 2020. Sementara di Italia, negara terparah kena corona di Eropa, akan berakhir pada 10 September 2020 dan di Spanyol 9 September 2020.

Di Timur Tengah, Arab Saudi akan mengakhiri pandemi pada 25 Agustus 2020.

Secara keseluruhan di dunia, pandemi Virus Corona diperkirakan berakhir pada 14 Desember 2020.

Namun, SUTD menulis disclaimer bahwa penelitian mereka bisa saja mengandung kesalahan dan data-data terkait Virus Corona masih berkembang. Pembaca pun diharapkan jangan terlalu optimistis.

“Pembaca harus melihat prediksinya dengan hati-hati. Optimisme berlebihan berdasarkan prediksi tanggal berakhir adalah hal yang berbahaya karena bisa saja melonggarkan disiplin dan kendali kita akan menyebabkan lonjakan virus dan infeksi, dan itu harus dihindari,” tulis SUTD.

Sumber:Okezone

News Feed