oleh

Haul Ke 73 dan Silaturahmi Petta Goli Peristiwa Korban 40.000 Jiwa

Insannews.co.id Pinrang – Keluarga Petta Goli korban 40.000 jiwa memperingati Peristiwa penembakan 28 Januari 1947 menggelar Haul dan Silaturahmi yang ke 73 Tahun.

Militer Belanda memasuki suppa dan mengedori rumah rumah, semua warga dipaksa keluar rumah dan digiring ditanah lapang,yang kini jadi kantor kecamatan suppa, dimana warga laki laki dikumpulkan di lapangan agak terbuka Warga perempuan di bawah kolom rumah panggung.

Andi Monji melihat ayahnya Andi Monjong yang menjadi pabbicara kesatuan suppa, diturunkan dari mobil jip,beberapa serdadu Belanda menggebuki ayahnya di hadapan rakyat suppa,itu adalah pemandangan sedih sekaligus Mengerikan.

Sepenglihatan Andi Monji,serdadu serdadu Belanda adalah serdadu serdadu (Bule kulit putih) yang menjagai orang orang kampung itu.

Andi Monji tak tahu dimana serdadu serdadu pasukan khusus Depot Speciale Troepen (DST)berada padahal mereka tulang punggung penting operasi Westerling yang dianggap sebagai kampanye Pasifikasi itu.

Di tanah lapang itu Westerling dan pasukannya mempertontonkan aksi teror satu persatu warga ditembaki baik oleh Westerling maupun bawahannya,Andi Monji sendiri melihat ayahnya ditembaki kepalanya oleh Westerling menggunakan pistol, seperti diketahui Andi Monji jauh setalah Westerling membedil kepala ayahnya, tembakan Westerling tak pernah meleset.

Setelah banyak orang terbunuh sebuah liang lahat dibuat hari itu juga,beberapa orang yang masih hidup diperintahkan membawa orang orang yang terbunuh tadi ke liang besar, namun mereka yang membawa jenazah itu tak pernah kembali lagi,rupanya hidup mereka juga sudah berakhir di tangan Westerling.(*)

News Feed