Ketum Badko HmI : Gubernur Jangan Perkeruh Suasana

– Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, mencurigai adanya aktor intelektual dibalik hak angket yang digunakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel, untuk menjatuhkan dirinya.

Hal tersebut disampaikan Nurdin, untuk merespon adanya upaya dengan sengaja mencari kesalahan melalui lima poin landasan hak angket yang tengah bergulir.

Menanggapi hal itu, Ketua umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sulselbar Lanyala Soewarno menyebut jika pernyataan tersebut untuk memperkeruh suasana.

“Gubernur jangan memperkeruh suasana, bijaklah dalam menanggapi sesuatu, tidak elok membenturkan issue murahan dengan temuan-temuan yang nyata dipersidangan hak angket bahwa pemerintahan NA tidak berjalan sesuai koridor yang ada. Pernyataan gubernur itu bisa dimaknai bahwa kalau ada uang besar, maka seakan-akan semua anggota pansus bisa dibeli. Itu pernyataan yang sangat merendahkan anggota pansus secara khusus dan semua anggota dpr secara umum, ” Ucap Soewarno, Kamis (15/8).seperti dilansir sandapangcenter.com

Bahkan Soewarno meminta pada Gubernur Nurdin Abdullah untuk tidak melemahkan kerja-kerja panitia angket dengan isu seperti itu.

“Pak Gubernur jangan mengframing isu untuk melemahkan kerja-kerja panitia hak angket yang saat ini sementara berjalan. Karena itu sama halnya dengan menafikan instrumen-instrumen moral yang ada di DPRD”.

Kata dia semestinya semua pihak termasuk Gubernur harusnya menghormati proses hak angket yang sementara berjalan. Dan Badko HMI Sulselbar akan terus mengawal proses hak angket sampai tuntas tugasnya(SC)