oleh

Mediasi Pihak Warga dan PT ASR di Kantor Perizinan Provinsi Sulawesi Selatan

Insannews.co.id – Pasca bentrok antar warga Salipolo, Desa Salipolo, Cempa dengan PT Alam Sumber Rezki (ASR) Minggu 5 September 2019 terkait aktifitas tambang pasir.Kedua pihak yang bertikai di mediasi Kantor Perizinan Provinsi Sulawesi Selatan Senin, (11/11/19).

Anggota DPRD Kabupaten Pinrang Ilwan Sugianto membernarkan informasi itu. Ilwan mengatakan, “Pertemuan tersebut dimediasi Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Kabupaten Pinrang, oleh Dinas Perizinan Provinsi Sulawesi Selatan.”

“PT ASR diwakili bagian Legal, dan warga Salipolo dan Bababinanga sebanyak 50 orang lebih yang didampingi Wakil Ketua DPRD Pinrang Jaya Baramuli dan anggota Ilwan Sugianto serta Hastan Mattanete”tuturnya
“Hasil pertemuanan kedua pihak dituang dalam “berita acara” kesepakatan disaksikan sejumlah pejabat Provinsi antara lain Asisten I H.A.Aslam Patonangi. Kadis BKMD dan Kadis ESDM Provinsi. Sulawesi Selatan serta tamu undangan lainya.

Adapun hasil pertemuan,Bahwa Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Kabupaten Pinrang akan melakukan kajian ulang atas Izin PT ASR yang sudah diterbitkan,

Pemerintah akan melakukan evaluasi, dan sampai selesai evaluasi tidak akan ada aktifitas di daerah tambang, dan
Paling lambat evakuasi selama 60 hari (2 bulan).

Ilwan menambahkan “Dari kedua Desa, diwakili sekitar 50 orang masyarakat Desa Salipolo dan Desa Bababinanga, dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Pinrang Jaya Baramuli, anggota DPRD Ilwan Sugianto, Hastan Mattanette, Tokoh masyarakat A. Nasir Ampaulang, dan dari Walhi,Pertemuan ini berlangsung aman dan kondusif”.Jelasnya (Rls)

News Feed