oleh

Penuhi Impian Ayahnya Syafaat Raih Gelar Doctor Usia 26 Tahun

Insannews.co.id – Syafa’at Anugrah Pradana akhirnya lega. Gelar doktor termudah berhasil ia raih dari program pascasarjana Ilmu Hukum di Ruang Promosi Prof Andi Zainal Abidin Farid Fakultas Hukum (FH) Unhas, Selasa, (04/03/2019)

Disertasinya yang berjudul ‘Hakikat Desentralisasi Dalam Urusan Pemerintahan Konkuren Di Bidang Pendidikan Menengah’ mampu dipertahankan dihadapan penguji. Pesan almarhum Ayah untuk menjadi doktor sebelum usia 27 tahun pun berhasil ia wujudkan.

Matanya berkaca-kaca saat mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penelitiannya. Terkhusus, kepada orang tua, keluarga kecilnya, sahabat, serta civitas akademika FH Unhas.

Disertasinya dilatar belakangi oleh adanya pengalihan kewenangan pengelolaan urusan pendidikan sekolah menengah atas (SMA) yang mengacu pada Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Sebelum berlakunya peraturan tersebut, SMA dikelola oleh pemerintah kabupaten/kota. Namun kini, dialihkan kepada pemerintah provinsi.

“Itulah yang memicu antusias saya untuk membuat disertasi ini karena ada problem pengelolaan pendidikan menengah ketika dikelola oleh provinsi,” kata pria asal Kabupaten Pinrang ini.

Menurutnya, ketika pemerintah provinsi memegang kendali, maka mereka berhak melakukan mutasi guru-guru sekitar kabupaten/kota. Tentu akan berdampak pada keluarganya.

Padahal, kata Ayah dua anak ini, hakikat desentralisasi itu yakni memahami kondisi masyarakat dengan pelayanan yang menyentuh masyarakat langsung.

“Rentang jarak yang jauh antara pemerintah provinsi dan unit pelaksanan teknis di kabupaten/kota memungkinkan sulitnya dilakukan pengawasan. Bagiamana mungkin dia paham kondisi masyarakat kalau dia jauh dari masyarakat. Itu bertentangan dengan nilai hakikat desentralisasi,” bebernya, seperti dilansir fajar.co.id

Alumni SMA Negeri 1 Pinrang itu tak kuasa menahan tangis usai Dekan Fakultas Hukum Unhas, Prof Dr Farida Patittingi menyerahkan ijazah kepadanya. Syafaat kemudian langsung menyerahkan ijazah tersebut ke Ibundanya, Dra Hj Sumarni Menga lalu memeluknya sambil menangis tersedu-sedu. Istri Syafaat, Andi Hasnah Bulqiyah S S yang duduk di samping ibunya juga ikut menangis. Sejumlah tim penguji, keluarga Syafaat serta kerabatnya juga bersedih dan sesekali mengusap air matanya,dilansir pijarnews.com

Syafaat mempersembahkan ijazah tersebut ke Ibunya, karena ayahnya H Abdul Jabbar R Takdir, SH, MH sudah tiada. Sebelum meninggal dunia 10 Juni 2013 lalu, almarhum ayahnya berpesan agar Syafaat bisa menjadi doktor sebelum usia 27 tahun. Syafaat pun mewujudkan impian ayahnya dengan meraih doktor di usia 26 tahun.

Dalam acara tersebut, Dekan FH Unhas, Prof Dr Farida Patittingi bertindak selaku Ketua Sidang, Prof Dr Andi Pangerang Moenta, Prof Dr Marwati Riza, dan Dr Muh Hasrul bertindak sebagai tim promotor, serta Dekan FH Universitas Udayana Bali, Prof Dr I Made Arya Utama selaku penguji eksternal mengaku bangga. (*)

News Feed