oleh

Viral Bocah 8 Tahun dijemput Tim Medis

Insannews.co.id Polman – Foto seorang bocah dijemput petugas medis menggunaan Alat Pelindung Diri (APD) viral di media sosial. Bocah itu disebut-sebut merupakan pasien positif COVID-19 di Dusun Kandemeng, Desa Batulaya, Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.

Bocah tersebut dijemput tenaga medis menggunakan mobil ambulans Puskesmas Polewali lengkap dengan menggunakan APD.

Foto itu diketahui dibagikan Ketua AJI Kota Mandar, Muhammad Ridwan Alimuddin, di mana ia menggambarkan suasana penjemputan 12 pasien positif COVID-19 yang menjadi klaster baru bernama Kandemeng, termasuk bocah berusia 8 tahun tersebut.

“Saya berusaha membayangkan bagaimana perasaannya saat ia mengemas pakaiannya. Memilih sendiri mana yang harus ia bawa, dan kemudian membungkusnya dengan plastik Indomaret. Mungkin ada ia menyelipkan mainan di situ. Sekadar untuk mengusir bosan di tempat isolasi nanti,” tulis Ridwan, Rabu (6/5).

Ridwan juga memberi keterangan, bahwa bocah itu merupakan pasien termuda yang dijemput oleh petugas medis di desa itu. Menurut Ridwan, bocah itu dinyatakan positif setelah tes swab yang dilakukan petugas kesehatan setempat beberapa hari sebelumnya, hasilnya telah keluar.

“Ia dan 12 anggota keluarganya positif terpapar corona. Satu orang sudah meninggal beberapa hari sebelumnya. Sepertinya ini klaster baru lagi di Sulawesi, klaster Kandemeng,” sebut Ridwan.

Bocah 8 tahun positif COVID-19.jpg
Bocah ini diduga tertular dengan pasien terkonfirmasi positif COVID-19. Foto: Dok. Ridwan Alimuddin
Sementara itu, Surveilans COVID-19 Dinas Kesehatan Sulawesi Barat, Lidyawati Dahlan, mengatakan bocah tersebut terpapar COVID-19 setelah melakukan kontak erat dengan MU (60), pasien positif COVID-19 ke-50 yang diduga menjadi penyebaran virus di Dusun Kandemeng.

“Jadi (bocah itu) tinggal dengan neneknya bernama Ros, karena orang tuanya di Kalimantan. Mereka tinggal di belakang rumah MU. Neneknya ini sering ke rumah MU untuk bantu-bantu,” kata Lidyawati.

Lidya menambahkan, saat ke rumah MU, nenek bocah itu sering mengajaknya ke sana bersama satu cucu lainnya. Apalagi bocah yang masih duduk di bangku SD itu tidak memiliki kegiatan lain karena sekolahnya diliburkan selama pandemi COVID-19.

“Jadi saat ada pasien PDP yang meninggal 29 April lalu, adik ini ikut di-rapid test bersama kurang lebih 50 warga lainnya, termasuk nenek dan sepupu adik itu. Mereka dinyatakan reaktif bersama 27 warga lainnya, jadi total 30 reaktif dan dilakukan pengambilan spesimen swab,” jelas Lidyawati.

Namun, setelah hasil swab keluar, bocah itu dinyatakan positif COVID-19, sementara nenek dan sepupunya dinyatakan negatif. Sehingga, bocah itu harus menjalani isolasi di RSUD Polman bersama 12 warga lainnya, yang masih ada hubungan kekerabatan dengannya.

“Kondisi adik itu baik-baik saja, karena ia tidak bergejala, semoga saja adik dan pasien lainnya segera sembuh,” kata Lidyawati.(*)

News Feed