oleh

Keutamaan Sholat Sunnah Rawatib Berikut Penjelasannya

Insannews.co.id – Salah satu amalan yang bisa kita kejar untuk menambah amalan dari ibadah wajib adalah amalan sunnah.

Banyak sekali amalan sunnah yang bisa kita kerjakan untuk menambah pahala ibadah wajib. Salah satunya adalah mengerjakan sholat sunnah. Ada salah satu amalan sholat sunnah yang selalu dikerjakan oleh Rasulullah dan bisa kita amalkan pula, yaitu sholat sunnah rawatib.

Berikut penjelasan tentang sholat sunnah rawatib lengkap dengan kapan waktu pelaksanaannya, serta keutamaan yang dapat kita dapatkan dengan mengamalkannya.

1. Apa Itu Sholat Sunnah Rawatib?

Sholat sunnah rawatib adalah sholat sunnah yang dikerjakan sebelum dan sesudah sholat fardhu, atau lebih dikenal dengan sholat lima waktu.

Niat sholat sunnah rawatib pada dasarnya hampir sama dengan bacaan sholat fardhu. Pada niat sholat sunnah rawatib kita hanya menambahkan “Qobliyatan Lillahi Ta’ala” apabila dikerjakan sebelum sholat fardhu di akhir niat. Atau menggunakan niat sholat sunnah rawatib dengan tambahan bacaan “Ba’diyatan Lillahi Ta’ala” apabila dikerjakan sesudah sholat fardhu.

Contoh, jika anda ingin mengucap niat sholat sunnah rawatib sebelum sholat subuh, maka bacaannya menjadi

Ushalli sunnatash shubhi rak’ataini qabliy-yatan Lillaahi ta’alaa Artinya: “Aku (niat) sholat sunat qabliyyah subuh 2 raka’at, karena Allah Ta’ala.”

Kemudian, jika anda ingin mengucapkan niat sholat sunnah rawatib setelah sholat isya, maka bacaannya menjadi:Ushallii Sunnatal ‘Isyaa’i Rak’ataini Ba’diy-yatan Lilahi ta’alaaArtinya: “aku (niat) shalat sunat ba’diyyah isya 2 rakaat, karena Allah Ta’ala.”

2. Berapa Jumlah Raka’at?

Jumlah raka’at sholat rawatib berbeda-beda tergantung shalat apa yang diiringi dan kapan (sebelum/sesudah) dia laksanakan. Untuk lebih lengkapnya berikut jumlah sholat sunnah rawatib mu’akkad dan sunnah ghairu mu’akkad:

3. Kapan Waktu Pelaksanaan Sholat Sunnah Rawatib?

Waktu pelaksanaan sholat sunnah rawatib telah dijelaskan dalam sebuah hadist di bawah ini:

Ibnu Qudamah: “setiap sunnah rawatib qobliyah maka waktunya dimulai dari masuknya waktu shalat fardhu hingga shalat fardhu dikerjakan, dan shalat rawatib ba’diyah maka waktunya dimulai dari selesainya shalat fardhu hingga berakhirnya waktu shalat fardhu tersebut”. (Al-Mughni 2/544)

4. Niat Sholat Sunnah Rawatib

Niat sholat sunnah rawatib pada dasarnya hampir sama dengan bacaan sholat fardhu. Pada niat sholat sunnah rawatib, kita hanya menambahkan “Qobliyatan Lillahi Ta’ala” apabila dikerjakan sebelum shalat fardhu di akhir niat. Atau menggunakan niat shalat sunnah rawatib dengan tambahan bacaan “Ba’diyatan Lillahi Ta’ala” apabila dikerjakan sesudah shalat fardhu.

Contoh, jika anda ingin mengucap niat sholat sunnah rawatib sebelum sholat subuh, maka bacaannya menjadi:

Ushalli sunnatash shubhi rak’ataini qabliy-yatan Lillaahi ta’akaa

Artinya: “Aku (niat) sholat sunat qabliyyah subuh 2 raka’at, karena Allah Ta’ala.”

Kemudian, jika anda ingin mengucapkan niat shalat sunnah rawatib setelah sholat isya, maka bacaannya menjadi:

Ushallii Sunnatal ‘Isyaa’i Rak’ataini Ba’diy-yatan Lilahi ta’alaa

Artinya: “aku (niat) sholat sunat ba’diyyah isya 2 rakaat, karena Allah Ta’ala.”

5. Keutamaan Sholat Sunnah

Kita sudah menjelaskan tentang shalat sunnah rawatib beserta tata cara melaksanakan sholat sunnah rawatib, sekarang kita mauk soal keutamaannya. Keutamaan dari shalat sunnah rawatib ini sudah banyak dijelaskan dalam hadits.

Berikut beberapa penjelasan keutamaan sholat sunnah rawatib menurut hadist.

Aisyah radhiyallahu ‘anhu telah meriwayatkan sebuah hadits tentang shalat sunnah rawatib sebelum (qobliyah) subuh, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Dua raka’at sebelum subuh lebih baik dari dunia dan seisinya”. Dalam riwayat yang lain, :Dua raka’at sebelum subuh lebih aku cintai dari pada dunia seisinya” (HR. Muslim no. 725)

News Feed